Cherrybelle (Chibi)’s Photo on Lockerz.com. Earn PTZ when you watch videos, connect with friends and shop on Lockerz.com. Turn your PTZ into prizes or discounts on top brands.
(Source: addtoany.com)
Ingin tahu siapa saja yang baru mem-follow atau meng-unfollow tumblelog kita? Coba aplikasi TumblrStalk ini.
Caranya…
1. Ke http://www.openinferno.com/tumblrStalk
2. Ada dua pilihan, kita bisa memakai aplikasi ini di website tersebut atau men-download aplikasinya.
3. Pertama, coba dulu…
Belajarr sabarr itu susah bagett yaa…
adda ajjah godaannya ..
walaupun kadang bikin nyesek d.hatii„ gpp dech kan orang sabar disayang ALLAH SWT ..
_keep Smile ;)_
cantik-cantik ;)
SBY tengah memikirkan lokasi baru pusat pemerintahan. Kalau seperti Malaysia itu tanggung dan tidak sepenuh hati. Cuma 40 km. Sehingga sebagian tidak pindah rumah dan akhirnya jadi jauh dan macet.
Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta
Pertama-tama kita harus sadar bahwa pemindahan ibukota dari satu kota ke kota lain adalah hal yang biasa dan pernah dilakukan. Sebagai contoh, Amerika Serikat pernah memindahkan ibukota mereka dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin, sementara Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Indonesia sendiri pernah memindahkan ibukotanya dari Jakarta ke Yogyakarta.
Over Populasi (Jumlah penduduk melebihi daya tampung) merupakan penyebab utama kenapa banyak negara memindahkan ibukotanya. Sebagai contoh saat ini Jepang, Jepang ingin memindahkan ibukotanya karena wilayah Tokyo Megapolitan jumlah penduduknya sudah terlampau besar yaitu: 33 juta jiwa. Jakarta sendiri menurut mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, dirancang Belanda untuk menampung 800.000 penduduk. Namun ternyata di saat Ali menjabat Gubernur jumlahnya membengkak jadi 3,5 juta dan sekarang membengkak lagi hingga daerah Metropolitan Jakarta yang meliputi Jabodetabek mencapai total 23 juta jiwa.
Jadi pemindahan ibukota bukanlah hal yang tabu dan sulit. Soeharto sendiri sebelum lengser sempat merencanakan pemindahan ibukota Jakarta ke Jonggol.
Kenapa kita harus memindahkan ibukota dari Jakarta? Apa tidak repot? Apa biayanya tidak terlalu besar? Jawaban dari pertanyaan ini harus benar-benar tepat dan beralasan. Jika tidak, hanya buang-buang waktu, tenaga, dan biaya.
Pertama kita harus sadar bahwa ibukota Jakarta di mana lebih dari 80% uang yang ada di Indonesia beredar di sini merupakan magnet yang menarik penduduk seluruh dari Indonesia untuk mencari uang di Jakarta. Arus urbanisasi dari daerah ke Jakarta begitu tinggi. Akibatnya jika penduduk Jakarta pada zaman Ali Sadikin tahun 1975-an hanya sekitar 3,5 juta jiwa, saat ini jumlahnya sekitar 10 juta jiwa. Pada hari kerja dengan pekerja dari wilayah Jabotabek, penduduk Jakarta menjadi 12 juta jiwa.
Hal-hal di atas akan mengakibatkan:
1. Jakarta akan jadi kota yang sangat macet
2. Dengan banyaknya orang bekerja di Jakarta padahal rumah mereka ada di pinggiran Jabotabek, akan mengakibatkan pemborosan BBM.
3. Dengan kemacetan dan jauhnya jarak perjalanan, orang menghabiskan waktu 3 hingga 5 jam per hari hanya untuk perjalanan kerja.
4. Stress meningkat akibat kemacetan di jalan.
5. Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) juga meningkat karena orang berada lama di jalan dan menghisap asap knalpot kendaraan
6. Banjir dan kekeringan akan semakin meningkat karena daerah resapan air terus berkurang.
7. Jumlah penduduk Indonesia akan terpusat di wilayah Jabodetabek. Saat ini saja sekitar 30 juta dari 200 juta penduduk Indonesia menempati area 1500 km2 di Jabodetabek. Atau 15% penduduk menempati kurang dari 1% wilayah Indonesia.
8. Pembangunan akan semakin tidak merata
9. Tingkat Kejahatan/Kriminalitas
10. Timbul bahaya kelaparan karena over populasi dan sawah berubah jadi rumah, kantor, dan pabrik. Saat ini pulau Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia 7 x lipat lebih padat daripada RRC. Kepadatan penduduk di Jawa 1.007 orang/km2 sementara di RRC hanya 138 orang/km2. Tak heran di pulau Jawa banyak orang yang kelaparan dan makan nasi aking.
Untuk itu diperlukan penyebaran pusat kegiatan di berbagai kota di Indonesia kegiatan jangan terpusat di Jakarta. Jika tidak, maka jumlah penduduk kota Jakarta akan terus membengkak. Dalam 10-20 tahun, Jakarta akan jadi kota yang mati/semrawut karena jumlah penduduk yang terlampau banyak (saat ini saja kemacetan sudah luar biasa).
Biarlah Jakarta cukup menjadi pusat bisnis. Untuk pusat pemerintahan, sebaiknya dipindahkan ke Kalimantan Tengah.
Kenapa Kalimantan Tengah? Kenapa tidak di Jawa, Sulawesi, atau Sumatra?
Pertama Jawa adalah pulau kecil yang sudah terlampau padat penduduknya. Luas pulau Jawa hanya 134.000 km2 sementara jumlah penduduknya sekitar 135 juta jiwa. Kepadatannya sudah mencapai lebih dari 1.000 jiwa per km2. Apalagi pulau Jawa yang subur dengan persawahan yang sudah mapan seharusnya dipertahankan tetap jadi lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Kalau dipaksakan di Jawa, maka luas sawah akan berkurang sebanyak 50.000 hektar! Produksi beras/pangan lain akan berkurang sekitar 200 ribu ton per tahun! Indonesia akan semakin kekurangan pangan karenanya. Selama ibukota tetap di Jawa, pulau Jawa akan semakin padat dan pembangunan tidak tersebar ke seluruh Indonesia. Jawa sudah kebanyakan penduduk/over-crowded!
Ada pun pulau Sumatera letaknya relatif agak di Barat. Dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta, pembangunan di Sumatera sudah cukup lumayan.
Sulawesi dengan luas 189.000 km2 dan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa masih terlalu kecil wilayahnya. Sumatera dan Sulawesi adalah pulau yang subur dan cocok untuk pertanian. Jadi sayang jika pertumbuhan jumlah penduduk dipusatkan di situ. Belum lagi kedua wilayah ini rawan dengan gempa bumi dan tsunami.
Ada pun Kalimantan luasnya 540.000 km2 dengan jumlah penduduk hanya 12 juta jiwa. Pulau Kalimantan jauh lebih luas dibanding pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dan jumlah penduduknya justru paling sedikit.
Di pulau Kalimantan juga tidak ada gunung berapi dan merupakan pulau yang teraman dari gempa. Sementara di pesisir Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa juga ombak relatif tenang dan aman dari Tsunami. Ini cocok untuk jadi tempat ibukota Indonesia yang baru.
Sebaliknya Jakarta begitu dekat dengan gunung Krakatau yang ledakkannya 30 ribu x bom atom Hiroshima dengan tsunami setinggi 40 meter. Efek ledakan Krakatau terasa sampai Afrika dan Australia. Sekarang gunung Krakatau yang dulu rata dengan laut telah “tumbuh” setinggi 800 meter lebih dengan kecepatan “tumbuh” sekitar 7 meter/tahun. Sebagian ahli geologi memperkirakan letusan kembali terulang antara 2015-2083. Jadi Jakarta tinggal “menunggu waktu” saja…
(Source: lintascerita.com)
it’s me :))
Cherrybelle, Girlband Cantik Manis
Meroketnya boyband ala Korea Sm*sH memberikan efek domino bagi perkembangan musik tanah air. Tidak hanya boyband baru yang bermunculan, sejumlah girlband tak ingin kalah bersaing di belantika musik Indonesia. Salah satu girlband yang mulai meramaikan adalah Cherrybelle.
Cherrybelle sedikit banyak menyontek gaya girlband Korea. Bisa dilihat dari jumlah personelnya yang mencapai sembilan orang seperti supergrup terkenal SNSD. Bukannya terganggu, Cherrybelle justru bangga. Mereka pun ingin seperti para girlband Korea yang mampu eksis hingga bertahun-tahun.
“Kita malah seneng aja kalau dibandingin sama girlband Korea. Kita malah bangga dan kita justru terpacu untuk bisa menampilkan yang terbaik. Yang jelas, kita nggak plagiat, mereka malah jadi inspirasi kita,” urai salah seorang anggota band, Anisa, saat ditemui bersama personel Cherrybelle lainnya di Plaza Fx, Sudirman, pekan lalu.
Mirip SNSD, para gadis belia itu gemar menggunakan kostum panggung yang kental dengan warna-warna cerah. Tidak terkecuali dengan karakter hingga gaya bicara. Mereka kompak bergaya ala dara Korea yang manis, lucu, dan menggemaskan.
Nama Cherrybelle sengaja mereka pilih untuk menggambarkan sembilan personelnya. “Cherry itu buah yang manis. Sedangkan belle itu perempuan cantik. Jadi, Cherrybelle itu artinya perempuan yang cantik dan manis,” ujar sang leader, Cherly, yang segera diiringi seruan kompak rekan-rekannya.
Selain menyandang nama Cherrybelle, menurut Cherly, para personel memiliki marga baru sejak bergabung dalam girlband tersebut. Marga mereka adalah Chibi. Singkatnya, setiap nama julukan mereka selalu diakhiri dengan marga baru tersebut. “Contohnya, namaku sekarang Cherly Chibi. Itu nama marga kita semua. Chibi itu sendiri artinya kecil, imut, dan menggemaskan,” jelas Cherly yang sontak diiringi seruan “Chibi, chibi, chibi” dari personel lainnya.
Ketika ditanya apakah karakter centil memang sesuai dengan diri setiap personel, mereka mengiyakan. Menurut Devi, personel tertua, mereka bersembilan merupakan penggemar berat film dan girlband Korea. Mereka mengatakan suka dengan segala sesuatu yang berbau Korea.
“Kalau ditanya apakah kami memang seperti ini (centil), ya iya. Kami semua memang karakternya gitu, kayak anak kecil. Suka heboh sendiri. Suka jahil dan kami suka banget sama film Korea dan girlband-nya juga. Mereka lucu-lucu,” papar Devi.
Sembilan personel Cherrybelle dipertemukan lewat sebuah audisi terbuka pada 27 Februari lalu. Mereka pun baru saling mengenal setelah sama-sama lolos. Karena itu, para personel Cherrybelle yang berusia 18-23 tahun itu memiliki latar belakang beragam. Mulai mantan guru bahasa Mandarin hingga pelajar SMA.
Meski begitu, mereka langsung cocok satu sama lain. Salah satu faktor kekompakan mereka adalah rutinitas yang kerap dijalani bersama. “Gimana nggak, kami ketemu setiap hari. Latihan ketemu terus. Kami latihan dance lima hari, dua harinya latihan vokal. Jadinya, karakternya terbentuk jadi satu,” kata Cherly yang masih tercatat
sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu.
Ke depan mereka dibanjiri berbagai job manggung di sejumlah tempat. Lewat single hit-nya yang berjudul Dilema, Cherrybelle mulai dikenal. Bahkan, mereka sudah merilis mini album berjudul Love Is You. Mereka pun berharap agar albumnya bisa sukses dan diterima masyarakat pencinta musik.
“Harapannya, bisa diterima masyarakat dan memajukan musik Indonesia. Mini albumnya laku, bisa go international juga,” imbuh Christy yang diiringi gelak tawa rekan-rekannya. (ken/c10/ayi)
Subscribe me … :)
Follow me .. :)